Setiap manusia di dunia ini pasti pernah merasakan anugerah terindah Dari-Nya. Tak memandang siapapun. Pasti pernah merasakannya, minimal sekali.
Dan aku, diantara sekian banyak anugerah terindah dalam hidupku, salah satunya adalah dengan mengenal dirinya. Suatu kebetulan ketika akubertemu dengannya. Sosok yang mampu membuatku bangkit, membuatku lebih mengena-Nya, dan membuatku lebih memahami arti cinta yang sesungguhnya. Sekali seumur hidupku mengenal dirimu. Hingga kini tak ku ingkari aku masih bersyukur atas pertemuan singkat itu.
Dan maafkan aku jika semua itu berubah menjadi sebuah rasa yang tak pernah ku kenal sebelumnya. Rasa yang membuatku selalu kuat,tegar,ikhlas,dan tersenyum meskipun perih itu menikam hati. Rasa yang membawaku untuk selalu bersyukur dengan apapun yang diberikan oleh-Nya, dan rasa yang membuatku semakin sadar untuk apa aku hidup di dunia ini.
Awalnya aku menolak dengan kehadiran perasaan itu dalam diriku. Karena ku takut aku sendiri yang akan tertikam olehnya. Namun aku sadar rasa itu hadir karena aku memang harus merasakannya.
Ya, itulah saatnya aku mengenal cinta, cinta yg datang bukan karena nafsu,tapi Allah lah yang menganugerahkannya.
Aku berusaha untuk tetap menjaga cinta ini. Meskipun aku tahu tak mudah untu k mengelolanya. Perlu kekuatan dan keikhlasan hati untuk melindunginya dari nafsu.
Aku ikhlas mencintainya. Aku mencintainya dengan sederhana, sesederhana cinta itu sendiri yang datang menyapaku. Aku tak pernah berharap apapun darinya. Aku hanya ingin melihat dirinya bahagia.
Jika ditanya apa yang membuatku mencintainya, aku tidak tahu. Karena memang aku tak mempunyai alasan mengapa aku mencintainya. Yang aku tahu aku merasakan hal berbeda dalam diri setiap kali mengingatnya.
Ada debar yang tak menentudalam hati, ada rona merah bersemu yang tak terlihat di pipi.
Apapun yang dia rasakan terhdapku,aku tak perduli. Karena dari awal aku mencintainya aku tak pernah mengharapkan apapun darinya. Karena menurutku cinta telah cukup bagi cinta.
Aku hanya bisa menyerahkan cinta ini kepada Sang pemilik Cinta, karena Dia lah cinta itu ada, dan karena Dia lah aku bisa merasakan perasaan yang mahahebat ini.
Karena pada akhirnya, Kepada-Nya lah semua dikembalikan.